Katakanlah…"seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabb ku, maka pasti habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Rabb ku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)". [Al Kahfi:109]

Latest

Menikmati Penolakan

try

Sedih, gundah, gulana, galau, kecewa, patah semangat, future itulah yang dirasakan seseorang saat ditolak.

Hampir semua orang pernah mengalami “ditolak”. Ditolak apa ya? Pastinya macam-macam penolakan yang pernah dialami. Seorang pedagang pernah ditolak calon pembeli saat menawarkan barang dagangannya, seorang jobseeker pernah ditolak saat melamar pekerjaan, seorang mahasiswa pernah ditolak proposal TA nya, seorang karyawan pernah ditolak atasannya saat memberikan ide baru, dan yang tak kalah heboh penolakan adalah seorang pecinta yang ditolak cintanya oleh sang pujaan hati terasa “sakitnya disini”. Naah , masing-masing sama-sama pernah mengalami ditolak kan? Tapi bedanya adalah bagaimana menghadapi waktu-waktu penolakan tersebut. Continue reading >>

Tak Berbekas

pramoedya ananta toer

Ikatlah ilmu dengan menulis, sepandai apapun seseorang namun ia tak menggores kata dengan pena, maka ia akan hilang tak berbekas.

Musafir Kehidupan

Bv9yGVLIAAA05bR

Kita adalah musafir dan akhir perjalanan kita surga atau neraka

Image

Sepucuk Surat dari Ibu dan Ayah

Man Jadda wa Jada

man-jadda-wajada-Copy

Pagi ini saya sempatkan untuk mengetik beberapa kalimat di lembaran dunia maya yang sudah lama tak disinggahi. Hari ini adalah H-1 dimana perjuangan saya menempuh pendidikan di Pascasarjana akan segera selesai insyaAllaah. Begitu panjang perjuangan untuk menyelesaikan semua ini, walau mungkin terhitung lebih pendek waktunya dibandingkan dengan pendidikan sarjana dulu, tetapi saya merasakan perjuangan ini lebih berat dibandingkan masa-masa meraih gelar Sarjana. Mungkin sebagian orang berkata “sekolah S2 iki gampang (sekolah S2 itu mudah)”, benar sekali! memang mudah bagi yang bertekad kuat untuk menuntut ilmu dan bertekad kuat untuk bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Namun kenyataannya, sebagian besar yang mengenyam pendidikan S2 justru lebih banyak molornya dibandingkan dengan yang tepat waktu karena tentunya lebih banyak kesibukan pekerjaan yang mereka hadapi, kesibukan keluarga, dan lain-lain. itulah perjalanan pribadi masing-masing.
Continue reading >>

Gerakan Masyarakat Peduli TB

       Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini banyak berada di masyarakat dengan kondisi perekonomian menengah kebawah, yang didukung oleh buruknya kondisi sanitasi rumah, kepadatan tingkat hunian, dan rendahnya gizi keluarga, Penyakit ini bagaikan fenomena gunung es, satu orang terkena tuberkulosis, mungkin banyak disekelilingnya juga terkena penyakit yang sama. Hanya saja permasalahannya terkadang masyarakat tidak care dengan penyakit TB yang mereka alami, entah karena tingkat pengetahuannya yang kurang, jauhnya akses ke pelayanan kesehatan sehingga tidak mau memeriksakan kesehatannya, adanya prasangka stigma dari masyarakat sekitar jika ketahuan sakit TB maka akan di jauhi karena akan menularkan ke yang lain, dan banyak lagi alasan-alasan yang menjadikan seseorang terlambat untuk mengetahui diagnosis penyakit tuberkulosis yang ada di dalam dirinya. Continue reading >>

Dampak Ekonomi dan Kematian Penyakit Tuberkulosis

Permasalahan tuberkulosis menjadi permasalahan yang sangat panjang, ini bagaikan hidup di lingkaran setan. Tidak hanya kesakitan yang diderita, namun yang lebih mengerikan adalah kematian yang akan dihadapinya dan beban ekonomi yang akan ditanggungnya. Teringat saat saya masih melakukan studi di salah satu Puskesmas saya bertemu dengan seorang bapak yang sedang menanti obat TB. Saya kira beliaulah yang sakit, ternyata si Bapak mengantri untuk mengambilkan obat TB untuk kedua anaknya yang sedang menderita penyakit tersebut. “Kenapa bukan Ibu yang mengantri Obat? kan Bapak harus bekerja jam-jam segini?”, ternyata sudah satu bulan istri dari bapak tersebut meninggal karena penyakit TB juga, dan sekarang 2 anaknya yang masih kecil tertular penyakit TB dan masih menjalani pengobatan jalan 2 bulan.

Hal seperti inilah dampak yang terjadi karena penyakit tuberkulosis, ternyata tidak hanya kesakitan dan kematian yang diakibatkannya, kegiatan produktif sehari-haripun menjadi terhambat karena salah seorang anggota keluarganya ada yang sakit atau meninggal karena TB. Continue reading >>

Tantangan di Balik Dua Penyakit Berbahaya- TB dan HIV-

     Tulisan ini mengingatkan saya saat masih duduk di kampus. Saya mengikuti salah satu organisasi kampus yang bergerak di bidang HIV dan AIDS, StopHIVa namanya. Dengan bergabung di organisasi tersebut, Saya semakin banyak mengenal dan memahami ODHA, orang yang mengidap penyakit HIV/AIDS. Saat itu, Saya pernah diajak berkunjung disalah satu rumah pasien HIV, memang awalnya saya masih takut-takut karena belum terbiasa berkawan dan mengenal mereka. Tapi lambat laun, saya semakin dekat dan memahami kondisi mereka. Mereka manusia yang masih ingin bertahan hidup melawan penyakit yang dideritanya, mereka tak ingin dikucilkan, mereka membutuhkan support dan pemahaman agar bisa bertahan melawan penyakitnya. Terkaget saya mendengar cerita si Ibu, istri dari ODHA yang saya kunjungi tersebut. Beliau banyak sekali bercerita, bahkan sangat terbuka sekali dengan Saya. Beliau menceritakan bahwa suaminya selain menderita HIV ternyata juga terkena Tuberkulosis. Saya hanya mendengarkan cerita tersebut dengan seksama sembari terdiam, keadaan yang sangat menyedihkan, terinfeksi dua penyakit yang memabahayakan itu. Lantas Saya berfikir, bagaimana bisa seorang penderita HIV dia juga sekaligus menderita penyakit TB?? Itu yang menjadi hal menarik untuk bisa dipelajari dan dikaji lebih dalam. Mari belajar dan mengenal lebih lanjut tentang TB dan HIV… Continue reading >>

Pasti Bisa Melawan TB Resisten Obat Bu!

      Hatiku trenyuh saat berkunjung kerumah sahabat kecilku, Ika namanya. Ika sahabat kecilku sejak SD sampai SMP, setelah SMA kita berpisah karena Ika lanjut di Sekolah Menengah Kejuruan dan aku di SMA negeri. Memang sudah lama aku tak pernah main ke rumah Ika lagi sejak merantau untuk kuliah. Setiap pulang sudah disibukkan dengan acara keluarga besar, sampai-sampai belum ada waktu untuk sowan ke Ibunya Ika yang dulu sering membawakanku pisang goreng dititip ke Ika waktu sekolah.

     Suasana terasa sepi sesampai di depan rumah Ika. Rumah ini tak banyak berubah, masih sama seperti beberapa tahun silam terakhir aku bermain disini. Ika sudah ditinggal ayahnya sejak kelas 1 SMA, ayahnya meninggal karena penyakit Tuberkulosis (TB). Sejak itulah Ibu Ika menjadi tumpuan penghidupan keluarga yang masih menghidupi dua anaknya, Ika dan adiknya yang masih kecil. Setelah ayah Ika meninggal, Ibu Ika pun mulai sakit-sakitan. Batuk tak sembuh-sembuh sampai berbulan-bulan, setelah dibawa ke rumah sakit ternyata Ibu Ika menderita penyakit yang sama dengan ayahnya. Ibu Ika tertular TB. Terkendala itu, Ika akhirnya memutuskan untuk bekerja setelah ia lulus SMK, Ika merantau ke pulau sebelah untuk mencari uang menghidupi Ibu dan adiknya. Continue reading >>

5 Step – Mencegah dan Mengobati TB Resisten Obat

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyebar dari orang ke orang melalui udara. Penyakit TB masih menjadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia. TB dapat diobati dan disembuhkan, namun ketidakpatuhan penderita dalam pengobatan akan menyebabkan kegawatan penyakit TB, yaitu bakteri TB menjadi resisten terhadap obat anti tuberkulosis. Masalah terbesar terhadap pencegahan dan pemberantasan TB yang mengancam kemajuan dalam perawatan TB di dunia adalah TB drug resisten. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya resisten obat TB antara lain penderita TB tidak menyelesaikan pengobatan secara penuh, kesalahan pemberian regimen obat anti TB, ketidaktersediaan logistik di pelayanan kesehatan, dan kualitas obat yang buruk. Seorang pasien yang memiliki penyakit TB aktif yang resistan terhadap obat dapat menularkan ke orang lain. Resistensi terhadap satu obat dapat menjadi resistensi terhadap dua obat, dan kemudian secara berurutan terhadap banyak obat.

     Kasus – kasus resisten terhadap OAT terus meningkat. Ada sekitar 650.000 kasus TB Multidrugs Resistant(MDR) di seluruh dunia, dan 9 persen kasus menolak hampir semua obat atau sudah masuk dalam Extensively Drug-resistant TB (XDR TB).
Continue reading >>